 |
Kalong kacamata (Pteropus conspicillatus) |
Codot adalah nama umum bagi jenis-jenis kelelawar pemakan buah. Codot, bersama dengan kalong, nyap, paniki dan sebangsanya, membentuk sukuPteropodidae, subordo Megachiroptera (kelelawar besar). Dalam bahasa Inggris, kelompok ini diistilahkan sebagai fruit bats atau old world fruit bats.
Kelelawar besar
Kelompok kelelawar besar (Megachiroptera), tak seperti namanya, tidak selalu bertubuh besar. Kelelawar besar yang terkecil memiliki panjang tubuh sekitar 6
cm; jadi, lebih kecil dari beberapa jenis kelelawar kecil (Microchiroptera) yang berbadan besar.
Sebagian besar kelelawar buah (yakni 24 dari total 42
marga) memang bertubuh relatif kecil, dengan panjang lengan bawah kurang dari 70
mm. Akan tetapi Megachiroptera terbesar, yakni
kalong kapauk (
Pteropus vampyrus), bisa mencapai berat 1.500
gram, bentangan sayap hingga 1.700 mm, dan lengan bawah sekitar 228 mm
Kebanyakan bangsa codot memiliki
mata yang besar, yang memungkinkan
hewan tersebut melihat dalam suasana kurang cahaya di
hutan, pada saat senja atau dini hari. Indra penciumannya pun bekerja dengan sempurna, membantunya menemukan buah-buah yang telah masak di kejauhan. Dan, berlawanan dengan kelelawar pemakan serangga (Microchiroptera), kelelawar buah tidak menggunakan
ekholokasi untuk memandu gerakannya, kecuali anggota marga
Rousettus.
Walaupun kelelawar secara umum dapat ditemukan di seluruh dunia, codot hanya ditemukan di daerah-daerah tropis di
Asia,
Afrika dan
Oceania.
Ekologi dan perilaku
Bangsa codot umumnya memakan bagian tumbuh-tumbuhan:
buah-buahan,
bunga,
nektar,
serbuk sari, dan juga
dedaunan. Ada yang berspesialisasi memakan nektar dan serbuk sari (
nektarivora, misalnya
Eonycteris,
Macroglossus,
Syconycteris), namun kebanyakan memakan kombinasi dari buah-buahan dengan bunga, nektar, atau dedaunan (
frugivora).
Meskipun kadang-kadang dianggap sebagai
hama, codot berperan penting sebagai pemencar biji aneka tetumbuhan, terutama di
hutan hujan tropika. Kelelawar ini hanya memakan daging buah yang dikunyah-kunyah untuk diambil cairannya, sementara serabut buah dan bijinya dibuang. Codot biasanya tidak memakan buah di pohonnya, melainkan dibawanya ke pohon lain atau tenggeran yang lain yang dianggap aman dan memakannya di situ. Tenggeran ini bisa berjarak hingga 100–200
m dari pohon buahnya, sehingga secara tidak sengaja codot telah memencarkan biji buah-buahan makanannya itu. Tenggeran semacam itu, yang ditandai oleh banyaknya kotoran kelelawar dan sampah serabut dan biji buah-buahan di bawahnya, acap kali dijumpai pula di bawah atap selasar gedung atau emperan rumah yang agak terasing.
Kelelawar nektarivor diketahui pula bertindak sebagai penyerbuk (
polinator) bunga-bunga yang dikunjunginya. Jenis-jenis codot nektar sejauh ini tercatat mengunjungi 141 spesies tumbuhan untuk memakan nektar dan serbuk sari, beberapa di antaranya merupakan pohon-pohon yang ekonomis penting seperti
durian (
Durio),
kapok (
Ceiba),
petai (
Parkia), dan lain-lain.
Hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara kelelawar dan tetumbuhan ini tergolong ke dalam simbiosis mutualisma, yang disebut kiropterofili (chiropterophily).